perpisahaan dizinkan oleh langit
pada hari jumat itu saya pergi dengan motor tua menuju basecam dipajaya.
dengan tangan lelah badan sedikit kedinginan kami sampai di bc pukul 9
malam, di dalam otak saya hanya ingin minum kopi dan sebatang kehangatan.
regispun kita mulai , dari pengecekan kesehatan hingga peraturan apa aja yang boleh
dan gaboleh di lakukan di gunung slamet
sementara itu pendaki lain sudah duluan naek saya dan rekan pendakian
menunggu antrian di basecamp dipajaya
mendaki dengan bawa'an sedikit nekat dengan adanya masalah di kehidupan
asmara saya , oh iya sebelum saya memutuskan untuk hiking ke gunung slamet
tepatnya 4 bulan dari waktu pendakian itu
saya baru saja terkena entah itu musibah atau anugrah
yang aku rasa hancur rasanya ketika orang yang kita sayang
dan kita ingin di bawa orang lain dan nikahi begitu saja.
lanjut ke pendakian gunung slamet setelah selesai regis trus bikin surat sehat
kita memutuskan untuk istirahat di rumah singgah yang tidak jauh dari tempat basecamp
sekitar jam 5 subuh cuaca mulai hujan gak deras tapi cukup lumayan
dan kita pun packing keril dan peralatan lain nya
jam 7 di pos 1 mulai reda hujan dan kamipun bertiga berangkat.
tidak terasa dari pos satu ke pos 2 tidak terasa capeknya.
mentari yang mulai bersinar menemani perjalanan kami bertiga
alam yang nampak terlihat ramah seakan2 mereka senang dengan kedatangan saya
dan teman2 saya, padahal saya sendiri sedang berat membawa masalah
kehidupan tapi alam dan wangi udara nya tetap menyambut kami.
Pos 2 gubug abang ke pos 3 dan pos 4 samaranthu
entah kenapa ya bisa di sebut samaranthu mungkin agak sedikit serem
disana banyak mahluk tak kasap mata