jika langkah ku tertatih lagi
batu keras lawanya air
palung mariana jadi senjata
tapi setiap hujan yang turun depan rumah
aku akan menikmatinya
tak sadar selama ini racunmu sama dengan egoismu
memahami kerasnya korbankan pikiran
setiap detik masih tak mengerti
sampai dimana kini gak bisa
harus slalu mengikut egois mu
maaf aku harus melawan egois
karena ini hampir mati

